Inilah yang Terjadi Satu Jam Setelah Mengonsumsi Sekaleng Minuman Bersoda

Niraj dari therenegadepharmacist.com, menyatakan bahwa pemicu bagi banyak penyakit yang meluas seperti obesitas, penyakit jantung dan diabetes dapat dikaitkan erat dengan konsumsi makanan olahan dan minuman berfruktosa. Fruktosa adalah bentuk sirup jagung yang ditemukan di hampir semua makanan cepat saji, permen, minuman bersoda, dimana orang tidak menyadari bahayanya. Fruktosa dalam kombinasi dengan banyak tambahan lainnya biasanya digunakan untuk meningkatkan rasa.

Glukosa adalah jenis gula yang aman bagi tubuh. Ia dapat diurai oleh setiap sel dalam tubuh kita dan sangat mudah untuk diproses. Glukosa juga bisa memberi sinyal ke otak untuk berhenti makan ketika Anda sudah kenyang.

Sementara Fruktosa adalah jenis lain dari gula yang ditemukan dalam sukrosa. Sukrosa memecah menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa sebenarnya hanya dapat diurai oleh hati dan itu sangat mirip dengan ethanol (alkohol dalam minuman).

Bila Anda mengkonsumsinya, itu benar-benar seperti mengonsumsi etanol tapi tidak memabukkan. Secara sadar mungkin anda tidak merasakannya, akan tetapi hati/liver lah yang akan ‘mabuk’ karena pengaruh etanol ini dan akhirnya menghasilkan banyak lemak jahat dalam proses metabolismenya. Sifat etanol yang me’mabuk’kan secara organ juga akan mengelabui kerja otak, sehingga dia tidak mengetahui manakala telah kenyang. Inilah sebabnya mengapa orang bisa minum secangkir besar minuman bersoda yang tinggi fruktosa dan masih bisa makan makanan besar yang berisi makanan olahan yang juga penuh fruktosa.

Banyak buah-buahan juga mengandung fruktosa, tetapi alam telah menyediakan obat penawarnya didalam buah-buahan itu. Penawar itu dikemas berupa serat-serat yang mencegah tubuh dari penyerapan gula berlebih.

Salah satu minuman berfruktosa yang lazim kita kenal adalah Coca Cola. Tidak hanya mengandung fruktosa tinggi, tetapi juga dikemas dengan garam halus dan kafein. Mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Dan tahukah anda ketika seseorang minum sekaleng Coke atau minuman bersoda sejenis, lihatlah apa yang terjadi …

Inilah yang terjadi satu jam setelah seseorang mengonsumsi minuman bersoda

Inilah yang terjadi satu jam setelah seseorang mengonsumsi minuman bersoda

10 MENIT : 10 sendok teh gula memukul sistem Anda (100% dari asupan harian yang direkomendasikan). Rasa manis yang luar biasa tidak membuat Anda muntah karena asam fosfat menetralisir rasa itu, hingga Anda bisa menelannya.

20 MENIT : kadar gula darah meningkat, menyebabkan ledakan insulin. Hati/liver meresponnya dengan mengubah gula itu menjadi lemak. (Sementara ada banyak gula pada saat itu).

40 MENIT : penyerapan Kafein selesai. Pupil membesar; tekanan darah meningkat; sebagai responnya, hati Anda akan membuang gula dalam jumlah yang banyak kedalam aliran darah. Reseptor adenosin di otak terblokir, mencegah anda dari rasa kantuk.

45MENIT : Tubuh memproduksi dopamin yang merangsang pusat syaraf kesenangan pada otak. hal yang sama dengan bagaimana cara heroin bekerja.

> 60 MENIT : Asam fosfat mengikat kalsium, magnesium, dan seng di dalam usus, memberikan dorongan lebih lanjut dalam metabolisme tubuh. Hal ini diperparah dengan gula dosis tinggi dan pemanis buatan yang juga meningkatkan ekskresi kalsium.

> 60 MENIT : sifat diuretik dari kafein pun ikut bermain. (Ini membuat Anda harus buang air kecil.) Dimana dengan buang air keci kalsium, magnesium, dan seng terikat akan terbuang bersama air.

> 60 MENIT : Alam bawah sadar akan merespon konsumsi gula yang berlebih. Membuat anda menjadi mudah marah dan atau lamban. Disaat ini juga Anda telah membuang semua air yang ada dalam kaleng minuman bersoda itu.

Sebuah studi oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa minum hanya satu kaleng soda bergula sehari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 20%. Minuman manis juga diyakini menyebabkan inflamasi, suatu reaksi kekebalan-sistem yang terlibat dalam penyakit jantung dan resistensi insulin.

Sehingga jangan heran jika Sandy Douglas, presiden Coca-Cola Amerika Utara, mengakui bahwa ia membatasi dirinya untuk mengonsumsinya kurang dari sekaleng setiap hari karena alasan kesehatan.

http://www.bloomberg.com/bw/articles/2014-07-31/coca-cola-sales-decline-health-concerns-spur-relaunch

#sumber#sumber

 

Tags: , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply